Home > Berita Utama > Diduga Gelapkan Dana BOS 2011, Dewan Hearing Kasek SDN 1 Unaaha

Diduga Gelapkan Dana BOS 2011, Dewan Hearing Kasek SDN 1 Unaaha

Friday, 10 February 2012 Leave a comment Go to comments

Diduga Gelapkan Dana BOS 2011, Dewan Hearing Kasek SDN 1 Unaaha

KENDARINEWS.COM, UNAAHA – Diduga menggelapkan puluhan juta dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2011, Kepala SDN 1 Unaaha, Nasri, diadukan ke dewan. Bahkan, sebelumnya para guru baik PNS maupun honorer menggelar aksi mogok mengajar beberapa kali. Mogok mengajar itu sebagai sikap protes mereka terhadap sikap kepemimpinan
Narsi.

Saat hearing (dengar pendapat), Wakil Ketua DPRD Konawe, Mustakin mempertanyakan penggunaan dana BOS tahun 2011. Dimana pada triwulan pertama dana sebesar Rp 30 juta yang diserahkan ke bendahara hanya Rp 20 juta. “Sisanya Rp 10 juta-nya dikemanakan,” tanya Mustakin.
Begitu pun dana triwulan kedua sebesar Rp 30 juta yang diserahkan ke bendahara hanya Rp 10 juta dan Rp 20 jutanya entah kemana. Termasuk dana triwulan ketiga, hanya Rp 10 juta yang diserahkan kepada bendahara. “Kalau dihitung-hitung total ada Rp 30 juta,” ujarnya.
Mendapat pertanyaan dari dewan, Kepala SDN I Unaaha, Narsi yang diberi kesempatan membantah seluruh tudingan tersebut. “Justru honor GTT yang sebelumnya Rp 150 ribu per bulan, saya naikkan Rp 200 ribu. Setelah adanya dana BOS ini mereka minta lagi dinaikkan. Pada 2012 ini karena saya kalkulasi tidak lebih dari 20 persen maka saya naikkan lagi menjadi Rp 300 ribu,” kata Narsi.

Menyangkut tudingan tidak dilibatkan komite sekolah, Narsi menjelaskan petunjuk pengelolaan dana BOS tahun 2012 adalah manajemen BOS sekolah. “Manajemen dana BOS sekolah itu adalah kepala sekolah, bendahara dan satu orang murid diluar komite,” tukasnya.

Mustakin menyimpulkan hasil hearing yakni, guru SDN I Unaaha tidak boleh melanjutkan aksi mogok. Jika masih mogok maka dikenakan sanksi sesuai PP 53/2010. Kedua, sSelisih dana BOS tahun 2011 sebesar Rp 131,4 juta yang disetorkan hanya Rp 75 juta akan direkomendasikan kepada kepolisian untuk diselidiki. “Karena dalam laporan
administrasinya bagus tetapi yang baru disetorkan ke bendahara hanya Rp 75 juta,” ungkap Mustakin.

Sedangkan Kepala Dinas Diknas Konawe, Gunawan, tidak boleh mem-PHK guru tidak tetap (honorer,red). Terakhir, posisi Narsi selaku Kepala SDN I Unaaha agar dipertimbangkan. “Guru-guru (yang ikut aksi mogok) jangan jadi tumbal, karena melapor ke DPRD. Kalau ada dimutasi oleh kepala dinas silalan lapor ke DPRD,” ujar Mustakin.

Dalam pertemuan itu, selain dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Konawe, Gunawan juga di hadiri para guru SDN 1 Unaaha. Sementara di kalangan dewan dihadiri Abd Latif Juarna dan Sainab Lamambo.

HARIAN KENDARI POS

Categories: Berita Utama
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: