Home > Berita Utama > Produksi Beras Kolut Menurun, Banyak Petani Jadi Penambang

Produksi Beras Kolut Menurun, Banyak Petani Jadi Penambang

Tuesday, 7 February 2012 Leave a comment Go to comments

Produksi Beras Kolut Menurun, Banyak Petani Jadi Penambang

Lasusua, Kolaka Utara nampaknya akan kian sulit untuk memenuhi swasembada pangan khususnya dari sektor pertanian padi sawah. Pasalnya saat ini banyak petani mengalihkan sawah miliknya untuk membudidayakan tanaman nilam. Sejumlah petani juga terpaksa mengurangi sistem tanam dari yang semula dua kali dalam setahun menjadi satu kali, akibat kekurangan tenaga kerja yang memilih bekerja disektor pertambangan.

Kepala bidang Tanaman pangan Dinas Pertanian Kolut Ngatimo
mencontohkan, di Desa Patikala Kecamatan Batu Putih misalnya, dari total luas persawahan 185 hektar hanya mampu di tanami satu kali dalam setahun. Padahal tahun sebelumnya bisa dua kali panen.

’’Tahun ini ada ratusan hektar sawah yang menganggur karena hanya satu kali diolah dalam setahun, pengakuan petani mereka kewalahan mencari tenaga kerja pengolah sawah yang telah beralih menjadi karyawan tambang,’’ terang Ngatimo.

Meski demikian dibeberapa wilayah lainnya petani tetap menanami sawah mereka meskipun dengan produktivitas yang menurun. Saat ini di kolut memiliki 2711 luas tanam dengan luas panen 2448. Total produksi padi mencapai 3,1 ton perhektar.

Guna meningkatkan produktivitas sawah pihak Dinas pertanian terus menggalakkan upaya diantaranya pembuatansawah baru dan peningkatan teknologi pertanian padi. Tahun ini terdapat 400 hektar sawah baru yang dicetak.dengan anggaran mencapai Rp 3 miliar lebih yang bersumber dari APBN.

400 hektar sawah baru tersebut dibuat diempat Kecamatan yakni Pakue Tengah, Pakue Utara,Batu Putih dan kecamatan Purehu. Lokasi pencetakan merupakan lahan milik masyarakat.

Untuk menghindari potensi penyelewengan dalam pekerjaan proyek tersebut, tahun ini pekerjaan pencetakan sawah baru tidak lagi dikerjakan oleh rekanan, melainkan di swa-kelola oleh para petani sendiri.

Dengan penambahan sawah baru tersebut, potensi produksi padi bisa mencapai 10000 ton pertahun atau sesuai dengan target dari departemen pertanian. Selain pencetakan sawah baru para petani juga mendapatkan bantuan hand traktor dan penanggulangan hama serta pendampingan tim penyuluh pertanian.(radar kolaka)

Categories: Berita Utama
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: