Home > Berita Utama > Mangkir, Dua Anggota Polres Kolut Dipecat

Mangkir, Dua Anggota Polres Kolut Dipecat

Tuesday, 7 February 2012 Leave a comment Go to comments

Mangkir, Dua Anggota Polres Kolut Dipecat

Lasusua, Disaat banyak orang bercita-cita menjadi anggota kepolisian, dua oknum anggota polisi di Polres Kolaka Utara justru menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan Negara kepadanya, dengan tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Dua oknum polisi tersebut yakni Brigadir Muh Arfa dan Briptu, Edi Hakim, akhirnya harus menerima sangsi pemecatan dengan tidak hormat (PTDH) dari institusinya.

emecatan kedua oknum polisi tersebut dilakukan dalam sidang kode etik Polri yang dipimpin Wakapolres Kolut, Kompol Agung Riyanto didampingi Wakil Ketua AKP Haris, Kanit Provos Iptu Irbar dan anggota AKP Suparnao Agus Candra dan AKP Hamdat di Aula Siaga Reskrim, tanpa dihadiri keduanya.

Pelanggaran Brigadir Muh. Arfah sudah tidak dapat ditolerir lagi, pemegang NRP 78110189 tercatat mangkir dari tugas selama 38 hari terhitung tanggal 3 Januari hingga 9 Februari 2011. Terkait tindakan indisipliner tersebut, yang bersangkutan telah disidang sebanyak 3 kali dan tidak juga menunjukan perubahan. “Selain pelanggaran kode etik Muh Arfah juga terlibat dalam tindak pidana perzinahan dan kekerasan dalam rumah tangga, dan saat ini masih berstatus DPO,” terang Agung.

Pelanggaran kode etik polri berupa mangkir dari tugas lebih dari 30 hari, juga menjadi penyebab Polri mencabut hak Briptu Edi Hakim sebagai anggota Polri. Pelanggaran kedua bintara Polri tersebut diperkuat oleh lima orang saksi yang turut diperiksa dalam sidang kode etik tersebut diantaranya Bribda Mentari, Briptu Hasrul, Brigadir Amri, Briptu Mursid dan Bripka Landewang.

Muh Arfa dan Edi Hakim terbukti melanggar pasal 13 ayat 1 dan pasal 14 ayat 1 hurup a dan huruf b, PP Nomor 1 Tahun 2003 tentang
pemberhentian anggota Polri, serta pasal 11 ayat 4 PP Polri nomor 13 tahun 2003 tentang kode etik polri.

Sementara itu Kapolres Kolaka Utara AKBP La Ode Aries El.F, S.Ik mengatakan, pemecatan anggota Polri merupakan langkah terakhir setelah dilakukan pembinaan. “Ini pelajaran bagi anggota polri yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama,” terang perwira dengan dua bunga dipundak ini.

Selain Muh. Arfa dan Edi Hakim saat ini tercatat tiga anggota Polres Kolaka Utara juga tengah menunggu proses pemecatan karena palanggaran disiplin dan terlibat tindak pidana. (radar kolaka)

Categories: Berita Utama
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: