Home > Metro Kendari > Launching Buku Autobiografi Prof Usman Rianse: Perjalanan Hidup Usman Sarat Pendidikan Karakter

Launching Buku Autobiografi Prof Usman Rianse: Perjalanan Hidup Usman Sarat Pendidikan Karakter

Monday, 6 February 2012 Leave a comment Go to comments

usman-rianseLaunching Buku Autobiografi Prof Usman Rianse: Perjalanan Hidup Usman Sarat Pendidikan Karakter

Siapa tak kenal tokoh yang satu ini? Sederhana, ramah, tegas, dan jujur. Itulah yang terlihat dari sosok Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, MS, Rektor Universitas Haluoleo. Sosok bersahaja itu selalu tampil dengan pembawaannya yang tenang dan tegas. Siapa bisa menduga mimpi masa kecilnya telah membawanya hingga jadi seperti sekarang?

Perjalanan hidup seseorang siapa bisa menduga. Lima puluh tahun silam di satu Desa pinggiran hutan jati Moraa, Kafofo, sebelah timur Desa Kontu Dui, Kabupaten Muna, terlahir seorang putera daerah dari keluarga sederhana. Dia tumbuh menjadi sosok yang gigih dan

berintegritas tinggi.

Perjalanan hidupnya yang sarat akan makna kehidupan semua ia tuangkan dalam coretan pena “Usman Rianse, Anak Pinggiran Menggapai Impian”. Dalam buku autobiografi itu mengisahkan perjalanan hidup seorang anak biasa-biasa menjadi sosok luar biasa. Buku setebal 381 halaman itu membuka semua sisi kehidupannya yang tak diketahui orang banyak.

Launching buku ketiganya itu bertepatan dengan hari jadinya yang ke-50 tahun, pada 4 Februari lalu. Terlahir dan besar dalam kesederhanaan membentuk karakternya menjadi sosok yang berintegritas, jujur dan mempunyai solidaritas terhadap lingkungan dan sekitarnya. Karakter yang dimiliki ayah empat anak ini tidak lepas dari sentuhan dan perhatian ibunya. Dalam launching buku itu Wali Kota Kendari Ir. Asrun M.Eng., sangat mengapresiasi pendidikan karakter yang ditanamkan orang tuanya, La Rianse dan Wa Nisaahi. Pendidikan karakter yang ditanamkan ibunya sejak kecil kini berbuah manis.

“Kita belajar pendidikan karakter tidak harus muluk-muluk. Kita bisa belajar dari isi buku ini. Dimana peran seorang ibu sangat menentukan, dan saya pun merasakan itu. Pada orang tua, Bapak-Ibu jangan lupa setiap saat doakan anak kita. Disini saya melihat sejak kecil beliau selalu mendampingi ibunya, ini menjadi pelajaran berharga bagi kita. Dari autobiografi ini keberhasilan seseorang sebetulnya tidak dari kekayaan yang melimpah. Untuk berhasil kita harus menciptakan sesuatu, dua kali. Pertama ciptakan dalam pikiran, lalu dalam kreativitas nyata. Inilah yang dilakukan beliau, sejak kecil sudah punya angan-angan dan sekarang sudah terwujud,” kata Asrun, menanggapi buku autobiografi Usman Rianse.

Ada tiga point penting yang ditemukan Asrun dari buku autobiografi Usman Rianse. Orang sukses adalah orang yang punya mimpi dan keyakinan mimpi itu akan terjadi, berapapun mimpi itu akan dia bayar. Penanaman nila-nilai moral sejak kecil dan Pendidikan karakter yang ditanamkan oleh ibunya telah membentuk karakter pemimpin dalam dirinya.

Bedah buku autobiografi itu mengahadirkan Prof Yusuf Abadi, Muchlis Paeni, Ir Pahantus Maruli Hutabarat Ms, Habil Marati, Yamin Indas, dan Ryha Madi sebagai pembedah buku. Melalui bedah buku itu Prof Yusuf Abadi, pembantu rektor IV Unhalu yang dulunya juga pernah menjadi dosen semasa Usman Rianse kuliah S1, mengungkapkan sejak berusia 8 tahun Usman Rianse sudah mampu memberikan pemikiran dan rasa keingintahuannya sangat tinggi. Semasa kuliah S1 juga, dia sangat aktif, tanpa menunggu diberi kesempatan selalu bertanya lebih dulu pada dosennya.

Mantan anggota DPR RI, Habil Marati, memberikan komentar atas buku autobiografi itu. “Peranan ibu sangat besar dan penting bagi beliau. Pak Usman selalu mendengarkan kata ibunya. Beliau pernah bercita-cita ingin jadi presiden. Itu sudah terwujud, Bapak sudah jadi presiden dihati masyarakat,” katanya. Pada malam launching itu, mantan anggota DPR RI ini memborong semua buku Prof Usman Rianse untuk dibagi-bagikan pada seluruh tamu undangan.

Direktur utama Harian Pagi Kendari Pos, Milwan Lukman, saat memandu acara bedah buku autobiografi Prof Usman Rianse, dia mengomentari kutipan di halaman 184. Ternyata, Prof Usman juga tertarik untuk masuk ke partai politik. Tapi itu tidak terealisasi, karena saat itu juga dia terangkat menjadi ketua STIP WUNA (STIPW). Dengan adanya SK itu maka dirinya tidak bisa mengemban amanah sebagai ketua STIPW kalau dia berstatus sebagain anggota parpol. Demi amanat dan tanggung jawab dia membatalkan niatnya untuk masuk ke dunia politik.

Tim penulis buku autobiografi ini, Sawaluddin Lakawa, mengutarakan awal gagasan penyususan buku itu karena mendengar kisah perjalanan hidup Prof Usman Rianse sangat menarik jika dituliskan dalam sebuah buku autobiografi, dan dia pun menyetujuinya. Maka disusunlah buku yang terdiri dari lima bagian itu. Buku yang disusun bersama tiga orang rekannya Abdi, Emilia Ningsih, dan Zulfikar berisi tentang asal usul sang tokoh, sosok ibu yang tegar dan ayahnya sebagai tokoh masyarakat selalu memberikan pelajaran dengan menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anaknya. Di buku itu juga menceritakan pengalaman pendidikan dan karir Usman Rianse di Unhalu. Bagian terkahir buku autobiografi itu mengisahkan pengalaman organisasi tokoh dan kunjungannya ke luar negeri. “Negera yang pertama kali beliau kunjungi adalah Kanada. Disana, karena kejujurannya memudahkan perjalanannya dibanding orang lain,” katanya.

Launching buku ketiga Rektor Unhalu ini, dimeriahkan dengan kehadiran penyanyi kenamaan Ebit G Ade. Pemilik suara jernih itu membawakan delapan buah lagu, salah satunya lagu dengan judul Titip Rindu Buat Ayah, dibawakan duet bersama Prof Usman Rianse. Menyanyikan lagu itu dia nampak sangat menghayati, mengenang perjalanan hidupnya bersama orang tuanya. Sebab, ayahnya malam itu tak sempat hadir karena sedang sakit. Disela-sela pergantian lagunya, Ebit, memberikan apresiasi dan mengungkapkan adanya kesamaan antara dirinya dengan sosok Usman Rianse kecil.

“Saya punya kesamaan perjalanan hidup dengan Prof Usman. sama-sama dari keluarga sederhana yang berjuang untuk menggapai impian,” kata Ebit G Ade. Setelah menyampaikan itu Ebit kemudian menyanyikan lagu Berita Kepada Kawan dan diikuti oleh semua tamu yang hadir malam itu tanpa terkecuali.

Ayah empat anak ini selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran pada anak-anaknya. Dia berprinsip “jangan pernah membohongi diri sendiri”. Di malam launching itu nampak jelas guratan bahagia di wajah ketua Forum Rektor ini. Dia menyampaikan bahwa putri sulungnya, Ilma, baru saja menyelesaikan studi S2-nya di UGM dengan predikat cum laude termuda dan tercepat. Sebelumnya, dia sempat merasa kecewa karena saat lulus S1 di Unhalu ada cerita tidak mengenakkan beredar di masyarakat dan sampai ke telinganya. Padahal semua itu tidaklah benar. Senyum dan tawa bahagia kembali terpancar, ketika dia menerima kejutan bingkisan karikatur bergambar dirinya yang diberikan langsung oleh

mahasiswanya.(*)

Categories: Metro Kendari Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: