Home > Bumi Anoa > Tanah Warga Papalia Diserobot PT.Toshida

Tanah Warga Papalia Diserobot PT.Toshida

Saturday, 4 February 2012 Leave a comment Go to comments

Tanah Warga Papalia  Diserobot PT.Toshida

Kolaka,    Ada lagi satu bukti bahwa pengelolaan tambang di Kolaka tidak beres. Setelah blok Lapao-pao yang menimbulkan kontroversi hingga dibuatkan Pansus oleh DPRD, kini giliran warga desa Papalia, Tanggetada yang meminta perhatian serupa dari DPRD.

Memang tidak sampai meminta dibuatkan Pansus, tapi ratusan massa yang datang atas nama Forsda bersama Aliansi Mahasiswa, Pemuda, Pelajar Kolaka dan Rakyat desa Papalia Korban Tambang, mendesak DPRD agar tidak hanya mencurahkan perhatiannya pada blok Lapao-pao.

Massa mendukung kehadiran Pansus blok Lapao-pao, tapi massa menjelaskan bahwa selain Lapao-pao, warga desa Papalia juga menderita karena pertambangan. Pasalnya, di desa Papalia tanah rakyat diserobot oleh PT.Toshida.

Lebih parah lagi, warga desa ternyata tidak pernah tahu bahwa di wilayahnya ada konsesi IUP yang dikuasai PT.Toshida. Mereka baru tahu bahwa ada aktiviats pertambangan di tanahnya setelah PT.Toshida melakukan pengapalan. Korlap aksi tersebut, Jabir mengatakan pemberian IUP oleh Pemkab Kolaka tidak memperhatikan hak-hak rakyat atas tanahnya.

“Ekploitasi, pengangkutan serta pengapalan sudah mulai dilakukan, tapi  rakyat tidak pernah mengetahui keberadaan PT.Toshida,” terangnya.

Dalam orasinya Jabir menyebut era otonomi daerah telah melahirkan salah persepsi yang kebablasan oleh Bupati Kolaka, Buhari Mata. Akiabtnya, sumber daya alam dan mineral diekploitasi serampangan. Kegiatan eksplorasi, eksploitasi dan operasi pertambangan di sejumlah daerah di Kolaka tidak lagi peduli pada kelestarian lingkungan, sedangkan tanah rakyat dicaplok. “Ironisnya aktivitas pertambangan yang tidak peduli restorasi, reklamasi, dan rehabilitas justru tidak dilarang oleh pemerintah khususnya Bupati Kolaka sebagai pengambil kebijakan,” tudingnya.

Massa hampir saja ribut ketika aksinya akan diterima oleh anggota DPRD. Sebabnya DPRD hanya mau bertemu 30 perwakilan massa saja, tapi hal itu ditolak. Namun setelah melalui perundingan, massa menerima persyaratan itu.

Para anggota DPRD Kolaka yang menerima aksi tersebut merasa kaget dengan keterangan massa. Wakil ketua DPRD Kolaka, Suaib Kasra mengatakan masalah tersebut akan segera dibahas dalam waktu dekat ini. DPRD katanya akan memanggil pihak terkait, diantaranya kepala desa, camat, dinas kehutanan, dinas pertambangan serta Dirut PT.Toshida. “Agar masalah ini cepat selesai dan mendapat solusi yang terbaik buat warga, paling lambat Senin (6/2) kita sudah undang,” jelasnya.

Anggota dewan lainnya, Joni Syamsuddin mengatakan permasalahan ini perlu dukungan moril dari masyarakat. Namun yang lebih penting lagi, para warga yang merasa sebagai korban harus memiliki bukti valid mengenai kepemilikan tanah mereka atas lahan yang kini jadi konsesi PT.Toshida. “Jangan samapai mengaku tanahnya tapi ternyata bukan,” tandasnya.(radar)

Categories: Bumi Anoa Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: