Home > Bumi Anoa > PAD Baubau Diduga Bocor di Pelabuhan

PAD Baubau Diduga Bocor di Pelabuhan

Saturday, 4 February 2012 Leave a comment Go to comments

Baubau, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Baubau diduga mengalami kebocoran dari hasil pengelolahan penjualan air yang dilakukan pihak PDAM terhadap kapal yang melakukan transit di Pelabuhan Murhum. Betapa tidak, air yang dijual berdasarkan SK Walikota Baubau No. 690/193/Asda/2008 dengan ketetapan tarif senilai Rp 12.000 per kubik, justru pengelolahannya dilakukan Koperasi Maritim yang dijual senilai Rp 19 ribu.

Anggota DPRD Kota Baubau, Rais Jaya Rachman mengatakan, daerah dirugikan dalam hal pengelolahan penjualan air yang dilakukan kepada kapal yang transit di Pelabuhan Murhum. Pasalnya, Koperasi Maritim Pelabuhan Murhum Kota Baubau terkesan tidak membeli air tersebut melainkan melakukan pengelolahan terhadap air daerah yang dijual kepada perusahaan pelayaran PT Pelni, terbukti dalam hal pendistribusian air tersebut ternyata dilakukan petugas PDAM bukan Koperasi Maritim.

“Boleh saja Koperasi Maritim menjual air dengan harga sesuka hatinya, tetapi dalam hal pendistribusian air tersebut kepada kapal yang masuk, koperasi Maritim harus melakukan sendiri tidak lagi memanfaatkan tenaga, bahkan fasilitas daerah,” ujarnya.

Dia sangat menyayangkan ternyata penjualan air yang dilakukan koperasi Maritim yang melebihi ketetapan SK walikota hingga 75 persen tidak didorong dengan penyempurnaan fasilitas dan sarana prasarana yang ada dikawasan Pelabuhan. Seharusnya, jika koperasi maritim meraib untung yang cukup besar mestinya bukan lagi menjadi tanggung jawab daerah untuk menyiapkan fasilitas-fasilitas yang ada di dalam pelabuhan.

“Bagaimana mungkin air daerah dikelolah Koperasi Maritim dengan berkedok dijual kepada koperasi Maritim. Kalau dijual harusnya koperasi maritim membayar terlebih dahulu kepada daerah dari hasil penjualan air, sesuai kebutuhan yang mereka inginkan, kemudian koperasi maritim yang jual kepada PT Pelni,” ujarnya.

“Jadi tanggung jawab petugas PDAM cukup sampai di Pelabuhan urusan pendistribusian air sampai di kapal itu tanggung jawab Koperasi Maritim apalagi mereka mengambil keuntungan yang sangat besar dari penjualan air itu,” tambahnya.

Kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang PDAM dan pihak Pelabuhan untuk melakukan rapat bersama guna membahas masalah tersebut. Karena kemungkinan untuk meningkatkan PAD dari hasil penjualan air yang ada di Pelabuhan Murhum masih cukup berpotensi. Melihat berdasarkan data yang diperoleh, lanjut Rais, PT Pelni tidak mempermasalahkan harga jual air itu, selama fasilitas untuk mendistribusikan air bisa dibenahi, sehingga air yang didorong ke kapal tidak banyak yang bocor keluar ketimbang yang masuk dalam kapal.

Sementara Kabag Umum PDAM Kota Baubau, Taslim mengaku pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap penjualan air yang dilakukan oleh koperasi Maritim Pelabuhan Murhum Kota Baubau. Pasalnya, pihak pelabuhan memiliki otoritas tersendiri dalam melakukan pengelolahan didalam pelabuhan.

Meski demikian diakui bahwa pelayanan dalam mendistribusikan air tersebut hingga di kapal yang transit di Kota Baubau dilakukan oleh PDAM, termasuk penggunaan peralatan bahkan tenaga yang melakukan pendistribusian air. Hal itu dikarenakan pompa yang ada di Pelabuhan bermasalah, sehingga agar hal tersebut dapat berkesinambungan maka PDAM melakukan pelayanan langsung di kapal-kapal yang masuk di Pelabuhan Murhum. “Koperasi Maritim ini memang hanya menerima pembayaran saja, memang secara tidak langsung air PDAM dikelolah oleh Koperasi Maritim,” ujarnya.

Dia mengaku pihaknya pernah mempertanyakan hal itu kepada pihak pelabuhan, bahkan komplen itu datang dari PT Pelni selaku perusahan pelayaran. Namun lagi-lagi pihaknya tidak dapat berbuat banyak dengan alasan otoritas pelabuhan. Meski rata-rata setiap bulannya penjualan air di pelabuhan mencapai 2500 hingga 3000 kubik, atau Rp 60 hingga 90 juta rupiah per bulan. Yang menjadi kendala memang PDAM yang sudah menyiapkan segala fasilitas sedangkan koperasi Maritim hanya menerima bersih tanpa ada perhatian terhadap fasilitas yang ada dalam pelabuhan. “Dari pompa, pipa, mesin bahkan hingga pendistribusian air itu kedalam kapal dilakukan petugas PDAM,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Syahbandar Pelabuhan Murhum Kota Baubau sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi. Petugas yang ada di Nasbandar Pelabuhan Murhum Kota Baubau mengatakan pimpinannya tengah berada di luar daerah. “Bapak lagi berangkat, nanti datang lagi,” ujar salah seorang staf di Syahbandar Baubau kemarin. (KP)

Categories: Bumi Anoa
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: