Home > Metro Kendari > Hearing Kasus Study Tour ke Tiga Negara

Hearing Kasus Study Tour ke Tiga Negara

Friday, 3 February 2012 Leave a comment Go to comments

Hearing Kasus Study Tour ke Tiga Negara : Kasek Aman, Guru Pendamping Didepak

Kendari, Hearing kasus study tour ke tiga negara kemarin di DPRD Kendari makan korban. Guru pendamping Basyirah dikeluarkan dari SMAN 1 Kendari. Dia dianggap paling bertanggung jawab. Alasan lain karena Basyirah   tak disiplin sebagai pendidik.

Hearing yang dihadiri Kadiknas Kasman Arifin, Kepala SMAN 1 Kendari dan guru-guru itu digelar di Aula DPRD. Menurut Kasman Arifin, keberangkatan siswa ke tiga negara  tidak mendapat restu dari pihak sekolah, termasuk Diknas
selaku instansi yang bertanggung jawab mengenai persoalan pendidikan di Kota Kendari.

“Dalam forum ini, saya menyampaikan  bahwa ibu Basyirah, guru pendamping study tour siswa SMAN 1 Kendari itu  dikeluarkan dari SMA 1 Kendari. Saya sudah melakukan rekam jejak terhadap guru yang bersangkutan, dan saya anggap memang sudah layak mendapat sanksi  atas ketidak disiplinannya,” terang  Kasman Arifin.
Menurutnya,  pelanggaran yang dilakukan Basyirah  tidak hanya terkait keberangkatan siswa ke  Malaysia, Thailand dan Singapura, tapi ada hal-hal lain yang dinilai patut mendapat sanksi.

“Yang jelasnya mutasi ibu Basyirah  bukan hanya karena keberangkatan study tour di tiga negara, tapi ada hal lain yang menjadi alasan kami untuk memindahkannya ke sekolah lain. Saya tidak bisa mengungkapkan alasan itu, yang jelasnya menyangkut kedisiplinan,” terang  Kasman.

Sebagai PNS, pergeseran adalah hal yang biasa. Hal tersebut  bukan sebagai bentuk hukuman, tapi pelajaran untuk meningkatkan kedisiplinan dan kualitas serta profesionalisme sebagai tenaga pengajar.

Mengenai sekolah yang akan menjadi tempat Basyirah melanjutkan tugas mengajarnya, Kasman masih enggan memberikan komentar. “Dimana kita akan tempatkan Ibu basyirah, itu belum ada kepastian. Kita tunggu keputusan dari wali kota terkait persetujuan mutasi,” tandasnya.

Keputusan yang disampaikan Kasman Arifin  mendapat respon positif dari anggota DPRD. “Kalau itu sudah menjadi keputusan Diknas,  harus kita terima. Kasus ini akan menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama sekolah dalam mengagendakan kegiatan study tour di luar negeri atau luar daerah,” ungkap wakil ketua DPRD  Bahrun Konggoasa.

Sayangnya, dalam dengar pendapat itu, Basyirah tidak dihadirkan. Tidak ada yang menjelaskan secara rinci skenario ketika musibah kecelakaan itu terjadi, termasuk apa dasar dari guru BK itu memberangkatkan 17 siswanya. “Kita akan agendakan kembali pertemuan  dan menghadirkan pihak travel dan guru pendamping study tour untuk memberikan kejelasan seputar kagiatan tersebut,” kata Suri Zam-zam, Wakil Ketua DPRD.

Study tour menyebabkan salah satu siswi SMAN 1 Kendari, Uci Luciana Tawulo tewas, setelah bus yang ditumpangi diseruduk bus pesiar asal Malaysia. Uci terjepit karena berada di jok belakang, persis area benturan. 17 siswa dari SMAN 1 Kendari  didamping satu guru pendamping, Basyirah. Basyirah tidak sendiri, dia didamping suami ketika mengikuti study tour.  Study tour juga diikuti mahasiswa Unhalu, SMU kartika, SMAN 2 Kendari dan SMAN 3 Makassar.
(kp)

Categories: Metro Kendari Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: